ut Hobi Ngemil Bikin Gemuk - Turi Production

Jumat, 01 Februari 2019

Hobi Ngemil Bikin Gemuk


Ngemil merupakan kegiatan yang sangat disukai oleh sebagian besar orang. Ngemil bisa membuat kita menjadi lebih baik dalam situasi apapun, entah bagaimana ini bisa terjadi. Beragam camilan tersedia, mulai dari camilan sehat sampai dengan camilan yang tidak sehat, seperti camilan dengan kalori kosong yang mengandung banyak lemak. Namun, tetap saja banyak orang yang lebih menyukai camilan tidak sehat ini. Ya, rasanya memang sangat enak untuk dinikmati.


Berbagai camilan dapat menemani kita dalam melakukan aktivitas, terutama aktivitas yang menghabiskan waktu di depan layar, seperti menonton TV, bermain video game, bekerja depan komputer, dan lain sebagainya. Sampai-sampai mungkin Anda tidak sadar bila kebiasaan ngemil ini telah membuat Anda menjadi gemuk.

Tubuh kita juga butuh camilan

Mungkin tidak semua kebiasaan ngemil dapat membuat Anda mengalami kenaikan berat badan yang berujung pada kegemukan. Ini semua tergantung dari kebiasaan ngemil Anda, apakah Anda terbiasa ngemil dengan camilan yang sehat atau tidak, berdasarkan penjelasan ahli pada The Institute of Food Technologists 2011 Annual Meeting and Food Expo di New Orleans, dilansir dari MedicineNet.

Pada dasarnya, ngemil atau mengonsumsi makanan selingan dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhan gizi tubuh. Menurut Richard D. Mattes, PhD, seorang profesor food and nutrition di Purdue University, West Lafayette, Ind, ngemil bukan menyangkut camilan sehat atau tidak sehat, tetapi lebih kepada apa yang Anda makan dan bagaimana makanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan gizi Anda. Kebiasaan ngemil yang mengandung banyak kalori dan tidak diimbangi dengan konsumsi makanan yang lebih sedikit di lain waktu atau peningkatan aktivitas fisik dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Jadi, ngemil tidak harus dihindari, bahkan sebenarnya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Hanya yang harus diperhatikan adalah ukuran dan jenis camilannya. Banyak ahli gizi yang menyarankan untuk mengonsumsi camilan sehat di antara makan besar dalam porsi kecil, sehingga tubuh berenergi sepanjang hari.

Ngemil seperti apa yang menyebabkan kegemukan?
Ngemil dapat menyebabkan kegemukan jika apa yang Anda makan melebihi kebutuhan tubuh Anda dalam jangka waktu yang panjang.

1. Jenis camilannya

Kebanyakan orang lebih memilih untuk ngemil makanan maupun minuman ringan yang mengandung kalori tinggi, hampir menyumbang seperempat kebutuhan kalori individu. Di Indonesia sendiri, sudah menjadi kebiasaan orang-orang untuk mengonsumsi gorengan yang mengandung tepung dan lemak tinggi dari minyak, serta mengandung kalori kosong. Bahkan ini sudah menjadi kebudayaan, di mana setiap kali ada kegiatan, misalnya rapat, tamu-tamu disuguhi dengan camilan, ungkap Grace Judio-Kahl, seorang dokter pakar fisiologi dan pemerhati gaya hidup, dilansir dari health.kompas.com.

Jadi, bukan suatu yang mengherankan jika kebiasaan ngemil yang tidak sehat ini dapat menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan bahkan kegemukan.

2. Yang dilakukan sembari ngemil

Selain itu, satu hal lagi yang sebaiknya Anda hindari saat ngemil adalah melakukannya sambil menonton televisi. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ngemil depan televisi dengan kenaikan berat badan atau kegemukan.

Penelitian oleh Pearson tahun 2011 menunjukkan bahwa makan sambil menonton tv dapat menyebabkan individu membuat pilihan makan yang buruk dan makan berlebihan. Remaja yang menonton tv lebih dari 2 jam sehari lebih banyak mengonsumsi makanan ringan yang tinggi kalori, seperti keripik dan minuman soda, serta lebih sedikit mengonsumsi makanan ringan yang rendah kalori, seperti buah dan air putih, dibandingkan dengan remaja yang lebih sedikit menonton televisi. Akibatnya, remaja yang lebih banyak menonton tv memiliki tambahan 106 kalori daripada remaja yang jarang menonton tv.

Orang yang suka menonton tv cenderung terganggu saat makan sehingga ia tidak sadar sudah berapa banyak makanan yang ia konsumsi, menyebabkan ia makan berlebihan. Peningkatan konsumsi makanan juga dapat disebabkan karena Anda makan tanpa berpikir, yang terjadi ketika isyarat makan dari luar, seperti dari gambar dan suara saat Anda sedang menonton tv, menutupi isyarat makan dari dalam diri Anda (perasaan sebenarnya dari lapar dan kenyang). Sehingga, saat menonton tv, Anda tidak mengenali perasaan lapar dan kenyang sebenarnya, Anda tidak menyadari seberapa banyak makanan yang telah Anda makan.

Seperti pada penelitian oleh University of Birmingham yang dilakukan untuk melihat bagaimana perhatian dan ingatan mempengaruhi asupan makanan, menyimpulkan bahwa terganggu saat makan atau tidak memperhatikan makanan yang dimakan dapat membuat orang makan lebih banyak, dan memberi perhatian saat makan berhubungan dengan makan yang lebih sedikit di lain waktu.

Saat Anda tidak sadar apa yang sudah terjadi pada mulut Anda, otak Anda juga tidak memproses informasi tersebut, sehingga Anda tidak ingat jika Anda sudah makan. Hal ini membuat Anda untuk makan lagi dan lagi, akibatnya Anda akan mengalami kenaikan berat badan dan kegemukan.

Jadi, sebaiknya pusatkan perhatian Anda saat makan, hindari makan sambil melakukan aktivitas lainnya, sehingga Anda menyadari saat tubuh Anda sudah merasa kenyang dan juga menyadari apa saja dan berapa banyak makanan yang sudah Anda makan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar