ut Pentingnya Menjaga Privasi di Sosial Media - Turi Production

Rabu, 30 Januari 2019

Pentingnya Menjaga Privasi di Sosial Media



Perkembangan internet saat ini juga turut serta mengubah cara atau pola komunikasi bagi publik. Sebelum media sosial berkembang pesat, dahulu kebanyakan orang hanya menggunakan telepon atau SMS (short message service) untuk berkomunikasi.

Namun, saat ini dengan adanya kehadiran internet membuat siapa pun bisa mengakses dan mempermudah komunikasi. Internet tidak lagi mengenal usia bagi penggunanya. Kini orang-orang dari berbagai kalangan baik tua maupun muda dapat menggunakan internet khususnya media sosial. Media sosial saat ini terus bertambah seiring dengan perkembangan teknologi.

Di antaranya, yaitu Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, Whatsapp, dan lain-lain. Kehadiran internet khususnya media sosial yang digunakan sebagai sarana komunikasi terbaru tidak hanya memiliki dampak positif. Terdapat dampak negatif juga yang perlu dihindari dan diwaspadai bagi netizen atau warganet.

Hasil penelitian Yahoo dan Taylor Nelson Sofres (TNS) Indonesia menunjukkan bahwa, pengakses internet terbesar di Indonesia adalah mereka yang berusia antara 15-19 tahun. Hasil survei ini menyebutkan bahwa sebanyak 64 persen adalah anak muda, dari 2.000 responden yang mengikuti survei. Sementara pada peringkat kedua ditempati oleh pengguna berusia 20- 24 tahun dengan prosentase 42 persen dan urutan terakhir ditempati usia 45-50 tahun.

Dari penelitian tersebut dapat dilihat bahwa pengguna internet di Indonesia didominasi oleh remaja. Dilansir dari detikinet, terdapat beberapa hal yang harus dihindari untuk diunggah di media sosial ditujukkan bagi pengguna media sosial salah satunya remaja, diantaranya.

Informasi pribadi yang bisa mengarah ke pencurian identitas

Di situs media sosial, seperti Facebook, terdapat biografi. Ingatkan anak agar ia tidak memajang semua informasi pribadi, seperti tanggal lahir secara lengkap, karena dapat mengundang pencurian identitas. Ingatkan pula agar anak Anda tidak memposting data pribadi lain seperti alamat rumah dan nomor telepon.

Informasi keluarga

Masalah keluarga seharusnya tidak diumbar ke publik. Memposting hal-hal seperti, "ayahku dipecat dari pekerjaannya, bagaimana nasibku nanti?" atau "ibuku sering pulang larut malam", di media sosial tidaklah tepat.

Diskusikan hal ini dengan anak Anda betapa pentingnya melindungi privasi anggota keluarga. Kalau perlu buat aturan "tidak ada yang boleh memposting informasi tentang salah satu anggota keluarga tanpa izin".

Masalah Pribadi

Anak remaja mengalami masalah persahabatan dan drama percintaan adalah hal yang biasa. Tapi tidak tepat jika masalah itu diumbar ke media sosial, karena seluruh dunia bisa membacanya. Masalah pribadi tidak seharusnya masuk ke ruang publik.

Foto dengan geotag

Remaja suka bernarsis ria dengan berfoto selfie/wefie pakai smartphone, dan kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa pada foto-foto itu terdapat data tentang lokasi foto diambil. Karena itu pastikan anak Anda menonaktifkan opsi GPS tag dalam pengaturan kamera sebelum memposting foto pribadi ke publik.

Di rumah sendirian

Mengumumkan hal-hal seperti, "Orangtuaku akan pergi akhir pekan ini" atau "Aku selalu sendirian di rumah tiap pulang sekolah", tidaklah aman. Jangan posting info seperti ini secara online. Jangan pula memposting rencana pribadi tentang kemana anak akan pergi dan bersama siapa karena bisa mengundang kejahatan.

Foto-foto yang tidak pantas

Tidak ada salahnya memposting foto di media sosial. Tapi terkadang remaja sering memposting foto-foto narsis yang tidak layak dikonsumsi publik, misalnya yang mengandung unsur seksualitas, atau foto yang menggambarkan mereka terlibat dalam perilaku yang tidak pantas. Foto-foto ini kadang diposting hanya untuk menarik perhatian, namun sayangnya mereka tidak sadar kalau hal ini bisa merusak harga diri mereka kelak.

Komentar kasar

Bergaul di dunia maya sama dengan di dunia nyata, ada etika yang harus dijaga. Ingatkan anak bahwa media sosial bukanlah tempat untuk melakukan bullying atau memfitnah orang lain. Gunakan kata-kata yang baik saat mengomentari postingan orang lain, jangan pernah memposting sesuatu yang dapat menyakiti orang lain.

Hal-hal tersebut perlu dihindari untuk diunggah di media sosial. Terlebih, remaja belum sepenuhnya memiliki kontrol emosi yang cukup. Sehingga, orang tua pun turut memiliki peran untuk mengantisipasi dan mengawasi penggunaan media sosial terhadap anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar