ut Langkah Usir Lemak Paha yang Membandel - Turi Production

Senin, 23 Juli 2018

Langkah Usir Lemak Paha yang Membandel



Banyak orang ingin menurunkan berat badan dengan menghilangkan lemak di tubuh. Bagian paha menjadi salah satu bagian yang lemaknya paling "bandel" untuk dibakar.

Meksi bukan hal yang tak mungkin, namun tak mudah bagi kita untuk secara khusus mengalamatkan penghilangan lemak pada bagian tubuh tertentu.

Kita bisa mengurangi keseluruhan lemak di tubuh dengan makan sehat dan olahraga. Namun, tubuh kita tidak mengetahui di bagian mana lemak yang akan dibakar.

Di bagian tubuh mana pun yang memiliki lemak akan terbakar. Sementara lemak ada di seluruh tubuh kita. Namun, jangan khawatir. Sebab, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan lemak paha sambil juga menurunkan berat badan.

1. Perhatikan asupan garam
Garam membuat tubuh kita menahan jumlah air yang membuat seluruh tubuh membesar, termasuk bagian pinggul dan paha.

Sehingga, semakin banyak kita mengonsumsi garam, akan semakin banyak air yang tersimpan alih-alih tersalurkan ke ginjal.

"Dengan mengurangi asupan garam, kita akan kaget merasakan perubahan cepat dari tubuh kita, termasuk cukupnya pakaian yang awalnya sempit," kata Moskovitz.

Rekomendasi Asosiasi Jantung Amerika Serikat, setiap orang membutuhkan sekitar 2.300mg sodium per hari.

Namun, banyak dari kita yang mengonsumsi jauh lebih banyak dari itu.

Kurangi konsumsi makanan yang diproses, seerti saus, sayuran kaleng dan sup yang mengandung banyak sodium.

2. Menambahkan banyak elektrolit ke dalam pola diet
Kita banyak menemukan kandungan elektrolit dalam minuman olahraga.

Namun, elektrolit seperti kalsium, magnesium, dan potasium sudah banyak terkandung dalam makanan yang mungkin ada pada makanan yang kita konsumsi.

Semua jenis elektrolit "berkompetisi" dengan garam.

"Semakin banyak kita mengonsumsi elektrolit, semakin sedikit garam yang tertahan dalam tubuh."

"Ini membantu cairan dalam tubuh seimbang, sehingga tubuh bisa mengeluarkan air dengan lancar," kata Moskovitz.

Sayur-sayuran berdaun gelap, yogurt dan pisang menjadi contoh makanan dengan kandungan elektrolit tinggi.

Moskovitz menganjurkan konsumsi sekitar sembilan porsi sayur dan buah setiap harinya, dengan rincian dua atau tiga setengah cangkir buah dan sisanya sayuran.

3. Kurangi karbohidrat
Ketika tubuh mentransformasikan karbohidrat menjadi glikogen, ini akan disimpan melalui air di hati dan otot.

Artinya, semakin banyak karbohidrat yang kita konsumsi, akan semakin banyak air yang disimpan dalam tubuh.

Itulah mengapa banyak orang mengalami penurunan berat badan ketika menerapkan pola makan rendah karbohidrat.

Moskovitz menganjurkan konsumsi sekitar 75-100gram karbohidrat per hari.

Meskipun, kebutuhan karbohidrat bergantung pada tinggi dan berat tubuh serta tingkat aktivitas.

Jangan melewatkan konsumsi biji-bijian utuh karena baik untuk mengisi tubuh, serta jangan melewatkan konsumsi serat, folat, zat besi, magnesium, antioksidan, dan fitonutrien.


Jika kurang yakin dengan jumlah karbohidrat yang kamu konsumsi, cobalah berkonsultasi dengan ahli gizi.

4. Mulai hari dengan secangkir kopi
Kopi memiliki efek diuretik ringan dan bisa menstimulasi metabolisme, kemampuan tubuh membakar lemak dan dorongan untuk berolahraga.

Moskovitz menyarankan konsumsi maksimal dua gelas kopi sehari dan jangan mengonsumsinya terlalu banyak.

Sebab, kopi berkontribusi menimbulkan rasa lapar di malam hari dan membuat tubuh terasa kurang baik.

5. Membawa botol minum setiap saat
Minum banyak air akan membantu mengeluarkan asupan garap dan cairan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Minum banyak air juga membantu menekan nafsu makan karena dehidrasi memicu rasa lapar.

Moskovitz menyarankan konsumsi 2-3 liter air per hari.

Konsumsi lebih juga diperlukan jika aktivitasmu meningkat, seperti berolahraga atau banyak beraktivitas pada cuaca terik.

6. Keluarkan keringat
Melakukan olahraga aerobik adalah cara lain mengeluarkan asupan garam dan cairan.

Semakin banyak aktivitas yang meningkatkan detak jantung, maka akan semakin banyak kalori dan lemak yang dibakar. Termasuk lemak pada bagian paha.

Namun, ingatlah untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Minumlah 16-20 ons air per jam ketika melakukan olahraga intens serta konsumsi makanan dengan elektrolit tinggi jika berolahraga lebih dari sejam.

7. Catat makanan yang dikonsumsi
Mencatat asupan makanan bisa membantu menjaga mulut untuk tidak mengonsumsi makanan yang tidak perlu, termasuk membantu menghitung asupan kalori dan lemak.

Selain mencatatnya di kertas atau buku, kita juga bisa mengunggah aplikasi-aplikasi tertentu yang bisa membantu kita mencatat asupan makanan.

8. Makan banyak serat dan protein
Konsumsilah lebih banyak makanan dengan kandungan serat dan protein tinggi untuk membantu penurunan berat badan.

Sebab, dua makronutrien tersebut bisa membuat kita kenyang, namun dengan mengonsumsi kalori yang lebih sedikit.

Protein, secara khusus, penting untuk membangun otot yang akan membuat kaki kita tampak lebih indah.

Moskovitz menyarankan konsumsi 25-35 gram serat dan 75-100gram portein setiap harinya, dari sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan daging tanpa lemak.

9. Olahraga khusus paha
Kita memang tak bisa secara khusus mengurangi lemak di paha saja. Namun, kita bisa membangun otot paha agar lebih kuat dan terbentuk.

Lakukanlah gerakan lunge, sumo squat, dan goblet squat.

Fokus pada paha bagian dalam dan luar dengan lateral lunge serta band leg.

Jangan lupa lakukan pula latihan beban deadlift untuk otot harmstring, reverse leg curl, dan harmstring curl.

Jika belum familiar dengan gerakan-gerakan tersebut, kamu bisa mencari informasi dan videonya di jejaring internet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar