ut 7 Hal yang Jangan Kamu Ucapkan Kepada Temanmu yang Berduka - Turi Production

Rabu, 27 Juni 2018

7 Hal yang Jangan Kamu Ucapkan Kepada Temanmu yang Berduka


Roda kehidupan itu berputar, kadang di atas kadang di bawah, kadang bergembira kadang berduka. Kadang itu kamu, kadang itu temanmu atau orang sekitarmu. Namun bukan berarti kondisi kebahagiaan dan duka setiap orang sama, sehingga sebuah ucapan bisa sangat berpengaruh pada perasaan seseorang. Karena itulah, ini tujuh hal yang jangan kamu ucapkan kepada temanmu yang berduka!

1. “Sabar ya..” atau “yang kuat yaa..”

Bagi orang yang mood-nya sedang buruk, perkataan ini bisa terdengar sangat judgmental, seakan lawan bicaramu tidak berusaha sabar atau melemahkan diri. Besar kemungkinan ia sudah bosan mendengar kata-kata ini dari banyak orang. Jadi daripada terkesan berbicara tanpa dipikir atau peduli perasaan, jangan katakan ini.

2. “Aku paham perasaanmu kok”

Nggak. Nggak ada yang benar-benar paham perasaan seseorang terhadap sesuatu. Karena situasinya berbeda, pemrosesan informasi dan emosi tiap orang berbeda dan banyak variabel yang membuat pemahamam seseorang tidak mungkin sama persis. Jadi jangan katakan ini.

3. “Segala sesuatu pasti ada hikmahnya”

Ini adalah pemahaman umum yang sudah diketahui banyak orang. Kamu akan terkesan normatif mengatakannya, meskipun niatmu mengingatkan. Kata-kata ini boleh saja diucapkan, tapi bukan saat orang yang bersangkutan baru saja terpukul, melainkan saat orang itu sendiri sudah sadar apa hikmahnya dan kamu menguatkan pendapatnya.

4. “Lakukan aja apapun yang bisa buat kamu gak sedih lagi”

Kebanyakan orang dalam keadaan sangat down, butuh bimbingan atas apa yang perlu dilakukannya. Karena biasanya mereka tidak mampu berpikir jernih. Jika kamu memberikan pilihan terbuka, hati-hati dengan kemungkinan dirinya terpikir untuk berbuat nekat.

5. “Apapun yang kamu pikirkan, jangan sampai bertindak yang aneh-aneh ya”

Sama seperti ketika melarang anak kecil. Kata jangan atau tidak boleh justru akan makin menimbulkan dorongan orang dalam melakukannya. Bahkan lebih bahaya lagi jika ia menjadikannya sebagai ide, yang belum terpikirkan dirinya sebelumnya.

6. “Kamu gak sendirian, aku mengalami hal serupa/lebih berat daripada kamu”

Dikenal dengan istilah “percakapan narsistik”, ini adalah hal fatal yang bisa diucapkan kepada orang yang berduka. Berdasarkan penelitian, sepositifnya pikiran seseorang, akan susah mencerna makna positif dari kalimat tersebut ketika baru saja dirundung duka. Karena kalimat tersebut juga mengandung arogansi dan kesoktahuan.

7. “Tegar dong! Jangan lembek!” atau “jangan sedih gitu ah, tampangmu jadi jelek”

Ini adalah kata-kata dengan dampak yang bisa jadi paling parah di antara kemungkinan yang lain. Mungkin kamu terpikir mengatakannya dengan melihat karakter inspiratif di film/kartun, namun perasaan manusia lebih kompleks daripada karakter fiksi.

Daripada kamu tidak bisa mengucapkan kata-kata yang membuat perasaan orang lebih baik, mending kamu tidak mengucapkan apa-apa. Alangkah lebih baik kamu menunjukkannya melalui tindakan, seperti mengusapnya perlahan atau memberikannya minuman hangat. Introspeksilah ketika respon temanmu terhadap perkataanmu tidak mengenakkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar